Catatan Kecil pada Acara Launching FLP Sidoarjo

Matahari masih baru saja naik sepenggalah, kulajukan motor kesayanganku menuju Museum Mpu Tantular. Hari ini launching FLP Sidoarjo. Registrasi yang harusnya diemban oleh Bu Heni akhirnya berpindah ke tanganku, karena Bu Heni harus menjemput mbak Sinta. Baru saja turun dari motor dan meja pun belum tertata sempurna, rombongan dari SMPIT Darul Fikri sudah melakukan registrasi, terpaksa meski meja masih berantakan aku pun mendata peserta yang datang. Waktu merambat hingga pukul delapan, peserta hampir 50 % sudah datang. Aku tak menyangka kalau acara akan bisa dilaksanakan tepat waktu sebagaimana jadwal yang telah kami rencanakan, karena kebiasaan orang Indonesia, jam karet menjadi keharusan he….
Aku senang ternyata acara ini mendapat sambutan yang positif dari warga Sidoarjo. Terlihat dari peserta yang hadir dari berbagai usia mulai dari tingkat anak-anak sampai orang yang menjelang senja, bahkan ada seorang bapak muda membawa anaknya yang masih berumur lima bulanan, untuk ikut seminar. Benar-benar semangat bapak itu, namun di tengah acara si anak menangis dan bapak itu mengatakan dia sedih karena hanya dapat ilmu setengah-setengah, lantaran tak bisa konsen karena anaknya yang terus merengek.
Ada juga seorang ibu yang datang dengan anaknya yang masih kelas tiga SD. Dia ikut acara ini karena melihat bakat anaknya yang suka menulis. Dia ingin anaknya juga bisa menelurkan karya seperti yang ada di KKPK (Kecil-Kecil Punya Karya), sayang harapan itu belum bisa kami wujudkan, karena FLP bukan untuk anak-anak tetapi untuk remaja dan dewasa. Ibu itu terlihat kecewa, maka aku hanya bisa memberi alternatif kalau putrinya ibu Heni, Nuha telah melahirkan sebuah karya, dan terlihat harap dalam dirinya maka aku pun memberi kontak ibu Heni padanya. Semoga kelak di Sidoarjo bisa mendirikan FLP Kids hingga bisa menjadi wadah bagi anak-anak yang punya hobi menulis. Aku tak membayangkan jika anak-anak yang hobi menulis itu gairah menulisnya akan tergerus hanya gara-gara tidak punya wadah atau teman yang senada mereka. Dulu di Surabaya ada FLP Kids, sayangnya sekarang mati suri.
Karena berada di luar, dengan meregristasi peserta yang sepertinya tak pernah surut sampai acara hampir selesai, maka jadilah aku tak banyak menyerap materi. Sebuah pepatah yang sempat aku tangkap ketika mas Haikal memberikan motivasi kepenulisan adalah “Scripta manent verba Volant”-yang tertulis akan abadi, yang dibicarakan akan berlalu bersama angin-. Pepatah tersebut aku gandrungi sejak dulu, dan pepatah ini pulalah yang ikut andil mendorongku untuk memutuskan belajar menulis.
Meski tidak bisa mengikuti materi dengan seksama, tetapi aku sempat mendapat suntikan semangat juga dari mbak Sinta secara personal. Berawal dari sebuah curhat sederhana karena betapa akhir-akhir ini aku seperti tak bisa menulis dengan baik. Bahkan ketika aku sudah mempunyai ide dan tinggal meramu kata, aku serasa kaku. Aku sudah mencoba dengan membaca banyak karya tetapi ketika aku menulis, mengapa ya tulisanku jauh dari bagus. Maka mbak Sinta menyarankana, agar aku harus yakin bahwa 10 tahun atau 20 tahun ke depan pasti tulisan itu akan dibaca orang, yang penting harus mempunyai niat yang baik. Jangan kau lihat Asma Nadia ataupun Sakti Wibowo saat ini karena mereka juga pernah melakukan proses yang sama untuk menjadi yang sekarang. Perlahan kesadaranku muncul dan ambil bagian dalam diri, memang tugasku sekarang hanya menulis dan terus belajar untuk membuat tulisan yang lebih baik dan tentunya mencerahkan bagi pembacanya.
Pertemuan dengan beberapa penulis selesai acara pun memberikan kesan tersendiri, secara tidak langsung aura mereka telah terbawa dalam diri untuk bersemangat menghasilkan karya.
            Acara launching telah usai, dan pembacaan do’a telah dilantunkan, namun sepertinya semangat peserta masih belum surut, terlihat masih banyak yang berbincang-bincang dengan Mbak Sinta. Semoga antusiasme ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi antusiasme untuk belajar menulis tetap bisa terbawa sampai nanti hingga akan muncul-muncul penulis yang mengharumkan Islam dengan penanya.
Ditulis oleh:
Wiwik Hafidzoh
Pos ini dipublikasikan di Catatan Anggota. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s