Launching FLP Sidoarjo, Sebuah Babak Baru Generasi Penulis di Bumi Sidoarjo

Oleh Rafif Amir

Gema itu masih terasa. 14 Agustus 2011, 111 kepala dengan antusiasme yang luar biasa menjejaki gedung Museum Mpu Tantular Kota Sidoarjo. Tak ada alasan, kecuali karena di sana tengah digelar perhelatan akbar; sebuah pesta bagi para penulis, pengarang, dan pujangga.

Forum Lingkar Pena. Ya, inilah yang ditunggu-tunggu ratusan bahkan ribuan warga Sidoarjo sejak lama. Sebuah komunitas penulis terbesar di dunia! Dan kini ia tengah merambah kota Sidoarjo tercinta. Tak heran, jika kemudian kehadirannya disambut hangat dan gegap gempita.

Saya sendiri, sebagai ketua FLP Sidoarjo yang sebelumnya juga pernah mengemban amanah yang sama di FLP Jember merasakan bahagia tiada tara. Bahagia karena saya yakin beberapa tahun ke depan Sidoarjo akan dipenuhi oleh para penulis handal. Ya, ini bukan sekedar impian. Tapi, keyakinan. Dan saya tidak bisa meyakini tanpa bukti-bukti. Dalam tulisan itu akan saya beberkan bukti-bukti itu.

Sebelum Acara
Bagaimana saya tidak geleng-geleng kepala, karena dari sekian acara yang pernah saya adakan bersama teman-teman FLP selalu miskin dana. Ya, meski FLP sudah dikenal dimana-mana, acara-acara FLP dinilai oleh pihak sponsor kurang komersil dan menjanjikan banyak peserta. Sehingga tentu saja mereka tak bisa dengan ringan mengulurkan tangan untuk membantu acara-acara bertendensi dakwah ini.

Namun kali ini lain daripada yang lain. Kurang lebih sebulan yang lalu kami mengagendakan acara Launching FLP Sidoarjo yang dimeriahkan juga dengan Training Motivasi Menulis oleh Mas Haikal Hira dan Bedah Buku “Takhta Awan” oleh Mbak Sinta Yudisia, seorang penulis Novel bersetting Mongolia yang pernah meraih IBF Award untuk kategori Fiksi Terbaik.

Saya perlu menyebutkan nama mereka satu-persatu, para panitia yang berjibaku tanpa lelah untuk menyukseskan acara Launching ini. Ada Mas Arief Hidayanto, Bu Jamilatunheni, Mbak Wiwik Hafidzoh, Mas Rio Purboyo, Mas Taufiq atau Daud Al-Insyiroh, Mbak Ku’ilma Agustin, dan Mas Dani. Mereka datang dari sebuah keajaiban. Ya, saya kira saya tidak berlebihan jika menyebutnya sebagai keajaiban. Satu bulan yang lalu kami masih bertiga (Mas Arief, Bu Heni, dan Saya) membicarakan agenda launching ini. Lalu secara tidak sengaja kami dipertemukan dengan Mas Taufiq di Muswil FLP Jatim, kemudian dipertemukan dengan Mbak Wiwik dan Mbak ‘Ilma di Facebook. Beliau bertiga ternyata sudah menjadi anggota FLP sebelumnya.

Maka hanya dengan tiga kali rapat, kami merasa sudah siap. Banyak pihak yang memberikan bantuan dana bagi terselenggaranya acara ini: IKADI Sidoarjo, Telkom Surabaya, dan Lembaga Manajemen Infaq (LMI) Sidoarjo. Alhamdulillah di detik-detik kami membutuhkan dana untuk keperluan perlengkapan, dana tersebut sudah kami terima.

Terkait publikasi, baru seminggu sebelum acara kami menyebarkan brosur. Dan responnya sungguh di luar dugaan. Inbox saya penuh dengan SMS-SMS teman-teman yang tertarik dan berminat dengan acara kami. Bahkan hingga malam hari, SMS-SMS terus berdatangan. Saya terkejut setelah merekap peserta yang mendaftra telah mencapai angka 90 orang lebih.

Saat Acara
Saya tiba di lokasi acara pukul 7 kurang, sesuai kesepakatan teman-teman panitia. Di sana telah menunggu Mas taufiq dan Mbak ‘Ilma. Beliau mengatakan bahwa sudah ada peserta yang datang. Subhanallah, begitu bersemangatnya mereka. Padahal spanduk belum dipasang, dan perlengkapan registrasi yang lainnya juga belum siap.

Peserta sudah mulai berdatangan. Rombongan dari SMPIT Darul Fikri sebanyak 12 orang juga sudah tiba di lokasi acara. Saat itu saya mengira waktu menunjukkan sudah lebih dari pukul 9 pagi. Saya baru sadar setelah melihat jam, ternyata baru pukul 8 lebih sedikit. Tak lama 2 pembicara pun hadir hampir bersamaan. Maka, karena peserta sudah banyak dan pembicara sudah hadir, acara pun segera dimulai. Jujur, ini pertama kali saya mengadakan acara FLP yang molornya hanya sekitar 10-15 menit dari jam mulai cara yang tertera di brosur atau pamflet. Biasanya acara-acara yang saya adakan sebelumnya bersama teman-teman pukul 9 baru dimulai. Bukan, bukan karena panitia yang terlambat atau sengaja memolorkan waktu. Tapi lebih karena sebagian besar peserta datang terlambat. Tapi kali ini beda! Warga Sidoarjo benar-benar disiplin dan menghargai waktu.

Acara berlangsung meriah, apalagi dengan kehadiran grup nasyid Nada Islam yang turut menyemarakkan acara. Hingga kemudian pada acara inti yaitu Training Motivasi Menulis yang dibawakan Mas Haikal, peserta tampak bersemangat. Jumlahnya pun kian bertambah, sampai-sampai panitia khawatir jatah kursi tidak mencukupi. Padahal beberapa SMS yang mampir ke HP saya mengatakan ada yang terlambat datang jam 9, bahkan ada yang izin terlambat datang pukul 11 siang. Subhanallah! Dan luarbiasanya mereka benar-benar datang! Saya yakin tanpa semangat luar biasa, tidak ada yang rela mengeluarkan uang 10 ribu untuk mengikuti acara-acara sisa yang tinggal penghabisan.

Yang membuat saya takjub pula, dalam acara ini pesertanya tidak hanya pelajar dan mahasiswa, tapi juga diikuti oleh anak-anak SD, SMP, bahkan juga dibanjiri oleh para Bapak dan Ibu. Bahkan banyak yang mengikuti acara ini bersama keluarga. Luar biasa!

Mereka semua bersemangat, sangat antusias, terutama pula ketika Mbak Sinta mulai membahas buku terbarunya. Semua seakan bercita-cita, memimpikan kelak akan seperti Mbak Sinta yang melahirkan puluhan buku dari tangannya. Beberapa pertanyaan di sesi tanya jawab mencapai ratusan pertanyaan. Hingga tidak bisa terjawab satu-persatu. Sungguh, hari yang menyenangkan. Di penghujung acara, disematkan pin kepada pengurus FLP Sidoarjo dan pembacaan SK FLP Sidoarjo sekaligus oleh Mbak Sinta sebagai mantan ketua dan wakil ketua FLP Wilayah Jatim yang baru.

Acara ditutup dengan doa yang khidmat dan pengumuman perekrutan anggota baru FLP Sidoarjo.

Setelah Acara
Saya yakin semua peserta pulang dengan wajah gembira, meski di lain hal panitia masih harus mengadakan rapat terakhir untuk evaluasi.

Tapi saya senang. Saya bahagia. Dan saya yakin demikian halnya pula dengan teman-teman panitia yang lain. Belum sempat saya merebahkan badan sesampainya di rumah. SMS-SMS kembali berdatangan. Dari peserta. Mereka menanyakan hal-hal terkait pendaftaran anggota FLP Sidoarjo. Bahkan yang lebih luar biasa. Mungkin saking semangatnya, keesokan hari, pagi-pagi pagar pintu rumah saya ada yang mengetok. Saya kira tamu, ternyata peserta acara launching yang mau menyerahkan formulir pendaftaran. “Mau daftar FLP,” katanya. Beliau bersama istri dan anaknya. Tapi rupanya beliau tidak membaca brosur secara keseluruhan sehingga administrasi persyaratan yang lain belum dilengkapi. Sambil tersenyum saya berkata, “Mohn dilengkapi dulu, gih.”

Sidoarjo, 15 Agustus 2011

*) Penulis adalah Ketua FLP Sidoarjo

Pos ini dipublikasikan di Catatan Anggota. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s